Panduan dan Cara Budidaya Kakao Terbukti Berhasil

Tahukah Anda mengenai Cara Budidaya Kakao? Kakao termasuk jenis tumbuhan yang dapat dibudidayakan dengan mudah nan memiliki hasil yang berlimpah. Tentu saja semua itu harus diimbangi proses perawatan yang lengkap nan mendukung.

Cara Budidaya Kakao Terbukti Berhasil

Sehingga cara budidaya kakao lebih terstruktur dengan baik dan menjadi tanaman yang berbuah banyak. Hingga nantinya hasil panen yang dimiliki akan berlimpah dari semua upaya nan usaha yang telah dijalankan sebelumnya.

Pemilihan Biji

Untuk mendapatkan hasil berlimpah dari penanaman kakao haruslah diimbangi dengan pemilihan biji kakao terlebih dahulu, yang mana bibit dari kakao ini adalah biji yang terbaik. Anda bisa memilihnya melalui beberapa cara berikut ini, yakni:

  • Generatif yaitu dengan memanfaatkan biji kakao yang langsung untuk siap ditabur di media tanam yang ada.
  • Vegetatif yakni dengan memulai budidaya dengan melakukan stek atau ovulasi. Namun pastikan bahwa bibit ovulasi ini setidaknya telah berumur 4 hingga 5 bulan serta dengan tinggi minimal 50 cm.

Dalam pemilihan bibit dari kakao ini akan lebih mudah bilamana dengan menggunakan cara vegetatif. Namun semua bisa Anda sesuaikan dengan pilihan sendiri untuk bagaimana dalam memulainya dan mengawali pemilihan bibit untuk hasil panen yang lebih baik nantinya.

Dalam artian Anda bisa memilih cara stek ini guna menjadikan pemilihan bibit yang lebih berkualitas dan mudah untuk dipanen.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kayu Manis

Penentuan media tanam

Setelah bibit telah siap maka Anda segera memilih media tanah yang cocok dan baik untuk pertumbuhan dari kakao itu sendiri. Tanah humus tersebut setidaknya berada di pH sekitar 6, 1 sampai 7.

Serta di Indonesia ini pohon kakao akan tumbuh subur dengan daerah yang memiliki curah hujan lebih dari 3.000 mm. Sehingga kondisi tanah sangat mendukung pertumbuhan yang nantinya akan ditanami oleh kakao ini.

Perkecambahan dari biji

Tindakan ini berlaku bilamana proses penanaman dari kakao menggunakan biji. Yang mana cara budidaya kakao ini bisa dimulai dengan stek dan bisa pula dengan biji.

Saat penggunaan biji itu akan ada saat dimana bibit-bit itu akan tumbuh dan segera untuk dipindahkan tempat.

Namun untuk tempat dimana biji itu akan dijadikan sebagai bibit yang siap haruslah berada di tanah yang gembur dang juga telah dilapisi oleh pasir dengan tinggi sekitar 15 cm.

Pastikan bahwa bibit tersebut terhindar dari hujan ataupun dari sinar matahari yang berlebihan. Bisa diletakkan di ruang tertutup namun bisa memiliki sirkulasi udara yang lancar.

Peletakan biji

Saat dimana Anda harus meletakkan biji dari tanaman kakao ini pastikan bahwa bibit-bibit tersebut memiliki jarak antara 3 cm, kemudian di sebelahnya lagi 1 cm.

Perkiraan dari jarak itu harus diperhatikan dengan baik agar nantinya tidak mengalami masalah. Untuk mendukung proses pertumbuhan dari bibit-bibit itu perlu adanya penyiraman secukupnya saja yakni di pagi dan sore hari.

Pemindahan bibit

Selama masa pertumbuhan dari biji di satu hari maka biji tersebut akan terus tumbuh hingga menjadi kecambah. Tepatnya pada hari ke 6 sampai 12 bibit tersebut akan menjadi kecambah.

Saat usia tersebut masing-masing kecambah harus dipindahkan ke tempat lain yakni di keranjang yang berukuran diameter 15 sampai 20 cm dan dengan tingi 30 sampai 35 cm.

Di dalam keranjang tersebut berisi pasir dan tanah kompos dengan perbandingan 50%:50% sehingga komponen yang diperlukan lebih seimbang.

Saat kecambah berada di dalam keranjang perawatan pun tak boleh terhenti begitu saja. Anda perlu melakukan penyiraman di waktu pagi dan sore hari.

Serta pastikan bahwa keranjang tersebut berada di lokasi yang teduh. Sebaiknya hindari area yang terkena sinar matahari berlebih karena dapat merusak dan mengganggu proses pertumbuhan dari bibit-bibit tersebut. Saat masa pertumbuhan di keranjang sampai di bulan 8, maka segera dipindahkan ke perkebunan ataupun lahan utama dengan jarak yang pas.

Perawatan intensif

Dapat dikatakan bahwa perawatan dari kakao ini cukup intensif guna mendapatkan hasil yang lebih unggul. Seperti contohnya ialah dengan melakukan pemangkasan terhadap bagian yang dirasa dapat menganggu.

Selanjutnya diimbangi pula dengan tindakan penyiangan yang menjadikan area di sekitar tanaman kakao bebas sari gulma ataupun lainnya.

Bila pun harus menggunakan pupuk sebaiknya pilih pupuk alami dan secukupnya saja. Dari cara budidaya kakao yang cukup mudah ini pasti akan menghasilkan saat dimana tanaman itu mulai berbuah, pastikan bahwa buah tersebut berusia 5 bulan atau dengan ciri adanya bunyi dari dalam buah ketika buah diguncangkan.

Sumber : https://agrotek.id/cara-budidaya-tanaman-kakao/

Tinggalkan komentar